JAKARTA, KOMPAS.com – Kabar sebelumnya yang menyatakan bahwa layanan Google+ telah terbuka untuk umum ternyata belum berlaku sepenuhnya. Google masih melakukan uji coba terhadap layanan tersebut meski berjanji akan segera menyediakannya bagi semua orang.

Beberapa orang di Twitter melaporkan, Google+ sudah membuka pendaftaran atau sign up langsung tanpa perlu undangan lagi. Hal tersebut ternyata hanya berlangsung sementara Senin (4/7/2011) malam. Misalnya akun twitter Lifehacker yang sempat melaporkan informasi tersebut, namun kemudian meralatnya dan mengaku karena halaman pendaftaran tiba-tiba hilang.

Situs Karthikk.net yang aktif mengikuti perkembangan teknologi di internet termasuk Google juga melaporkan hal yang sama. Situs tersebut menyatakan bahwa Google sempat membuka halaman sign up sekitar pukul 21.00. Namun, hal tersebut bersifat buka tutup. Pada Selasa pagi ini, siapapun yang masuk ke Google+ dengan akun Gmail hanya diminta meninggalkan nama dan alamat email dan pemberitahuna bahwa layanan tersebut sementara dibatasi.

Meski demikian, pengelola situs Karthikk.net melaporkan adanya celah untuk mengakses Google+ tanpa undangan. Kelemahan yang dinilai sebagai celah atau bug di fitur undangan tersebut memungkina seseorang masuk ke Google+ lewat link khusus yang disiapkan pemilik situs tersebut. Belakangan dilaporkan bahwa hal tersebut diblokir oleh Google.

Sejak diperkenalkan tanggal 28 Juni 2011 lalu, Google+ memang hanya dapat diakses lewat undangan dari anggota yang sudah terdaftar. Namun, Google menghentikan fitur undangan tersebut beberapa hari kemudian karena kewalahan dengan jumlah pengguna yang mendaftar. Google berjanji akan segera menyediakan Google+ untuk publik.